| Nama | Definisi | Contoh |
|---|---|---|
| Sinonim | Bentuk kata atau bahasa yang maknanya mirip atau sama dengan bentuk kata dan bahasa lain | Cantik = Jelita, Indah, Menawan |
| Antonim | Kata yang berlawanan maknanya dengan kata lain | Asin ≠ Hambar |
| pusing ≠ damai | ||
| sakit ≠ sehat | ||
| Konotasi | Makna yang bukan sebenarnya (kiasan) |
Beberapa masuk kata majemuk, idiom. | Sabrina adalah kembang desa di Desa Sukagemoy
Kembang Desa = gadis cantik primadona | | Denotasi | Makna yang sebenarnya dari suatu kata | Agus sedang makan hati Ayam
hati = organ ayam/ ampela | | Leksikal (KBBI) | Makna yang sesuai dengan kamus, serupa dengan denotasi, tetapi lebih formal | Hatiku hancur lebur
Hancur (KBBI) Pecah menjadi kecil-kecil. | | Gramatikal | Makna yang diperoleh ketika suatu kata sudah mengalami proses pengimbuhan (afiksasi), pengulangan, pemajemukan. makna suatu kata disesuaikan dengan konteks kalimatnya. | Pemajemukan : Matahari, saputangan, rumah sakit.
Pengimbuhan : Dina mengompori perselisihan antara Dain dan Riska.
Mengompori : menghasut (Me- + kompor + -i = mengompori (kena peleburan KTSP))
Pengulangan : Huma sedang melakukan kuda-kuda sebelum menyerang lawannya.
Kuda-kuda : gerak dasar silat. | | Asosiasi | Makan kata yang berupa perumpamaan, tetapi mengandung arti yang sama dengan maksud yang ingin disampaikan | Untuk meloloskan putranya maju ke Pilgub Jakarta 2023, Moses memberi amplop ke Slamet.
Amplop = suap sogokan. | | Polisemi | Suatu kata yang memiliki makna lebih dari satu. | Kepala Direktorat Bea dan Cukai makan kepala ikan
Hewan: Beruang, singa, kucing. | | Hipernim | Makna suatu kata yang mengcangkup kata lebih umum. (Ibu) | Partai : Nasdem, Golkar, PDIP.
Hewan : Beruang, singa, kucing | | Generalisasi | Makna yang lebih luas dari makna asalnya | Bapak —> Ayah kandung Generalisasi Bapak —> seorang laki-laki yang kita hormati
| | Spesialisasi | Makna kata yang sekarang lebih sempit atau terbatas dari makna asalnya | Dulu Sarjana = orang yang pintar
Sekarang Sarjana = untuk orang yang sudah menyelesaikan masa studi di jenjang S1 | | Homonim | Dua kata atau lebih yang memiliki lafal dan ejaan yang sama makna berbeda | Nita digigit ular berbisa, sedangkan Daffa bisa berenang
berbisa = racun bisa berenang = dapat melakukan | | Homofon | Kata yang sama lafalnya dengan kata lain, tetapi berbeda ejaan dan maknanya | Bang Imam menabung di Bank BCA
Bang Imam = nama panggilan Bank BCA = nama perusahaan | | Homograf | Kata yang sama ejaannya, tetapi berbeda lafal dan maknanya | Saya membeli apel setelah apel di lapangan.
Membeli apel = buah Apel di lapangan = upacara pagi. | | Peyoratif | Makna sekarang dirasa lebih rendah nilainya dari makna lampau | Bini = penyoratif dari “Istri”
Budak = penyoratif dari “Pembantu” | | Sinestesia | Perubahan makna akibat perubahan tanggapan indra | Dia manis dilihat. Niken terlihat manis memakai jas almameter itu. | | Nilai Rasa | Makna yang timbul karena mengandung nilai rasa tertentu (Kearifan lokal) | Di Korea, angka 5 dianggap sial (diganti huruf F) |
Majas adalah salah satu bagian dari gaya bahasa, yaitu cara melukiskan sesuatu dengan menyamakannya dengan sesuatu yang lain atau kiasan.
| Nama | Definisi | Contoh |
|---|---|---|
| Pleonasme | Gaya bahasa yang memberikan keterangan pada suatu kata yang sebenarnya telah mengandung keterangan. | Nelayan ini mengarungi samudra yang luas. Maju ke depan dua langkah. |
Samudra : udah pasti luas Maju : udah pasti ke depan | | Reduplikasi | Gaya bahasa penegasan dengan cara mengulang kata atau bagi | Tenanglah, tenanglah, semua mendapat tanda tangan. | | Tautologi | Menegaskan sesuatu dengan menggunakan dua kata yang serasi | Cintaku telah berurat berakar (mendalam) | | Klimaks | Menegaskan dengan mentebutkan beberapa hal secara berturut-turut | Perempuan itu sedih, sengsara, dan merana hidupnya. | | Antiklimaks | Menegaskan sesuatu dengan menyebutkan beberapa hal secara menurun | Jangan seratus rupiah. Sesen pun aku tak punya | | Retoris | Menegaskan dengan mengajukan pertanyaan yang tak perlu dijawab | Mungkinkah kalian pandai tanps belajar? Ya ga mungkin, lah | | Asidenton | Menegaskan dengan menyebut beberapa kata tanpa kata sambung | Kaya, miskin, tua, muda sama saja dihadapan-Nya. | | Polisidenton | Menegaskan dengan menuebutkan beberapa kata dengan menggunakan kata sambung | Ayah, ibu, dan kakak pergi ke Pasar Baru | | Personasifikasi | Membandingkan benda mati yang diperlukan seperti manusia | Lonceng memanggil siswa berkumpul.
Lonceng : diibaratkan sama dengan kemampuan manusia | | Metafora | Membandingkan suatu kata yang maknanya sejalan dengan yang berupa ungkapan. Julukan | Raja siang bersinar di ufuk timur
Raja siang : matahari | | Asosiasi | Membandingkan suatu benda yang telah disebutkan dengan benda lain | Mukanya pucat bagai mayat. Semangatnys bagai baja. | | Metonimia | Membandingkan sesuatu benda dengan benda yang mempunyai nama/judul. | Handi membeli **Gucci.
Gucci :** nama diri | | Litotes | Membadingkan sesuatu dengan kata yang berlawanan arti dengan maksud merendahkan diri. | Sudikah singgah ke gubuk kmu? | | Eufimisme | Membandingkan sesuatu dengan kata lain untuk menghaluskan suatu maksud. | Pemuda itu telah berubah akal. | | Hiperbola | Membandingkan sesuatu dengan menggunakan kata secara berlebihan maknanya. | Air matanya memenuhi sungai Kamu dan aku bagaikan bumi dn langit. | | Antonomasio | Membandingkan sesuatu dengan kata lain yang sesuai dengan sifatnya. | Si pincang itu kini telah tiada. | | Sinekdot Pars-Toto | Gaya bahasa yang melukiskan sebagian untuk keseluruhan | Dia telah membeli tiga ekor ayam
tiga ekor ( 3 ayam utuh) | | Sinekdot Totem Pro-Parte | Gaya bahasa yang melukiskan keseluruhan untuk sebagian | Orang sunda kulitnya langsat. padahal tidak semua orang sunda. | | Paradoks | Menyebutkan dua hal yang bertentangan padahal tidak berlawanan karena objeknya berlawanan | Aku kesepian di kota yang ramai ini | | Antitesis | Menyebutkan dua kata yang berlawanan untuk menegaskan arti. | Besar kecil, tua muda, kaya miskin berduyun-duyun ke pertunjukkan. | | Kontradiksi Interminis | Mempertentangkan sesuatu dengan penjelasan semula | Semua warga hadir, kecuali si Hasan. | | Ironi | Sindiran halus | Bagus benar tulisanmu, hampir tak dapat dibaca. | | Sinisme | Sindiran lebih kasar dari ironi | Mual perutku mendengar nasehatmu | | Sarkasme | Sindiran kasar dan menyakitkan hati | Dia telah minggat dari sini. |